Disini, gelap gulita terasa, hanya secercah sinar remang menjadi penuntun, terkadang sangat sunyi, terkadang hanya terdengar desau angin semilir.
Aku remang yang hilang dan tak berpendar, pudar, hangus dan terbakar. Hanya menyisakan hitam dan helaan. Memang aku hitam tak terelakan, hanya hatiku masih kupertahankan agar selalu putih dan bersinar kala kelam.
Saya adalah dia, cinta manja yang terjadi karena suara yang terkirim melalui pulsa-pulsa, entah rupa atau nama yang menggelitik hati untuk terus menyapa saya. Sampai kata sayang terucap dengan mudah, sampai janjiku teringkar sudah.
Sayangku selalu terpuruk karena cinta, sampai janji untuk mengubur rasa suka terucap dalam doa, sampai saya datang menghiasi kotak surat pulsa-pulsa penghubung suara, sampai akhirnya aku berkata 'sudahi saja semua'.
Terkesan tiada guna, hanya nestapa, keraguan, dendam dan curiga yang terjadi akibatnya. Mungkin lambang bersama akan kuganti menjadi dalam masalah, biar tiada cinta yang berhamburan diatas duka. Biar kurajut sendiri semrawutnya jalan hidup, jalan cinta dan kasih sayang.
Pulsa-pulsa cinta akan kukubur bersama mimpi buruk dan keputusasaan, aku hanya ingin harapan baru, sejuk walau tak menyegarkan, cerah walau tak benderang, ranum walapun tak matang.
Mungkin malam ini aku dan saya akan berdiam tanpa bisikan, tiada pulsa-pulsa yang terbang, hanya angan dan hayalan indah yang terus menerawang, jauh.....jauh.....entah sampai kapan.......