Dari suatu hari, dari suatu ketika.
Besar sungguh cinta menyelubung seluruh hati.
Hanya sesaat, tapi cukup menggetarkan.
Ruang rindu yang kian hangat, menjadi beku dingin dan berkarat.
Sepi yang sempat pergi, kini hadir kembali mengisi ruang hati.
Kata yang terucap tulus & tanpa maksud tertentu, kini hanya ada sisa umpatan & makian "kenapa aku harus kenal dia?"
Seperti denting gitar yang kupetik perlahan, hatiku kian terpisah-pisah bagaikan nada-nada yang harmonis tapi menjadi malas untuk dilantunkan dengan merdu.
"Lagu rindu" yang dulu hanya kunyanyikan untukmu kini tak terdengar lagi, hilang tenggelam berganti lagu "Tak mungkin lagi"
Tersentak aku seketika, seakan-akan tak percaya
Saatku lihat kau telah berdua, sebelum sampai diriku melepas rindu.
Tak satupun kata terucap, ketikaku tanya mengapa
Airmata penyesalan mengalir deras, itupun tak bisa, kembalikan dirimu
Kumaafkan semua ini, walau tak ingin lagi ku melihatmu, kumaklumi ketidaksabaranmu menanti, bejana cinta yang kutinggal sesaat
Sudahlah, lupakanlah, tak mungkin lagi kau kumiliki.
Kini rinduku hanyut terseret arus yang memang aku inginkan, aku ingin melawan untuk mendapatkanmu kembali, tapi aku tak kuasa untuk melawan suratan. Titip rinduku pada angin malam, biar hilang dan tak pernah bertujuan.